Technical Support Engineer

Setting Repository ~PuTTY Port~

Setting Repository

sebelumnya kalian harus melihat postingan saya di : remote server PuTTY


pengertian : 
  •  repositori perangkat lunak adalah lokasi penyimpanan dari berbagai paket perangkat lunak yang mungkin diambil dan diinstal pada komputer. Banyak penerbit perangkat lunak dan organisasi lain memelihara server di Internet untuk tujuan ini, baik secara gratis atau untuk biaya berlangganan. Repositori mungkin hanya untuk program-program tertentu, seperti CPAN untuk bahasa pemrograman Perl, atau untuk seluruh sistem operasi. Operator repositori tersebut biasanya menyediakan sebuah sistem manajemen paket, alat-alat yang dimaksudkan untuk mencari, menginstal dan sebaliknya memanipulasi paket perangkat lunak dari repositori.

yang pertama kalian harus masuk di PuTTY dan login seperti di bawah ini


selanjutnya kalian masuk di direktori nano /etc/apt/sources.list.
dan setelah itu matikan yang bertanda/mark dengan cara menambahkan tanda # di depan deb.


setelah dimatikan, tampilan akan menjadi seperti di bawah ini.


selanjutnya, tambahkan repository di bawah deb yang telah kalian matikan. seperti tampilan di bawah ini. 
berikut adalah contoh-contoh repository

  • KAMBING-UI
deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ jessie main contrib non-free
deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ jessie-updates main contrib non-free
deb http://kambing.ui.ac.id/debian-security/ jessie/updates main contrib non-free

  • KEBO VLSM
deb http://kebo.vlsm.org/debian/ jessie main contrib non-free
deb http://kebo.vlsm.org/debian/ jessie-updates main contrib non-free
deb http://kebo.vlsm.org/debian-security/ jessie/updates main contrib non-free

  • DATA UTAMA SURABAYA
deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian/ jessie main contrib non-free
deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian/ jessie-updates main contrib non-free
deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian-security/ jessie/updates main contrib non-free

  • UNEJ
deb http://mirror.unej.ac.id/debian/ jessie main contrib non-free
deb http://mirror.unej.ac.id/debian/ jessie-updates main contrib non-free
deb http://mirror.unej.ac.id/debian-security/ jessie/updates main contrib non-free



setelah kalian pilih salah satu dari repository di atas/ yang lainnya, 
kalian harus mengupdate repository baru kalian dengan perintah apt-get update. Tunggu sampai proses selesai.
 dan, selesai sudah menyetting repository...
Share:

Remote Server ~Debian 8~

Remote server debian 8

  • remote server adalah server yang anda akses sebagai bagian dari proses client tanpa membuka koneksi terpisah, berbeda, ataupun langsung. 
  • fungsi : 
    1. Mengendalikan komputer lain dari lokasi yang remote, misalnya untuk mengakses softwaredi komputer yang ada di divisi atau bagian lain di perusahaan oleh pengguna technicalsupport perusahaan diruang kerjanya. 
    2. Mematikan komputer dari jarak jauh. Menghidupkan ulang komputer/restart dari jarak jauh.  Memodifikasi setting registry komputer lain dari jarak jauh.  
    3. Mengawasi penggunaan komputer lain dari jarak jauh. 
    4.  Membantu pengguna lain memecahkan masalah di PC-nya dari jarak jauh.  
    5. Mengawasi penggunaan program berjalan / internet dari jarak jauh.  
    6. Pemeliharaan (maintenance) komputer dari jarak jauh.  
    7. Sharing resource dari jarak jauh.

  • aplikasi yang harus kalian miliki adalah : 
    1. SSH. 
    2. PuTTY

langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah mengisi host name / IP Address kalian. pilih tipe SSH dan isi port 22.


selanjutnya kalian lakukan adalah menginstall SSH di VMware dengan cara apt-get install SSH. lalu beralih ke aplikasi PuTTY. 
lalu login dengan username biasa.



sesudah itu, login lagi dengan user su , dan password root

dan berhasil masuk ke direktori /home/"userkalian"
nah, hanya segitu cara untuk me remote, kalian langsung  bisa meremotenya dari PuTTY.
Share:

Networking ~VMware~



Networking
VMware


kalian harus melihat postingan sebelumnya di : instalasi debian 8


  • langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah login dengan root, lalu masukkan password. 




  • lalu masukkan perintah nano /etc/network/interfaces . ganti allow hotplug dengan auto.




  • setelah itu kalian masukkan perintah nano /etc/resolv.conf. copy name server sebanyak 4x.




  • cara copy : ctrl + k , paste : ctrl + u




  • lalu restart dengan perintah service networking restart.





SELESAI
Share:

Instalasi Debian 8 ~VMware~

Instalasi Debian 8

di VMware

sebelumnya kalian harus mendownload aplikasi VMware untuk bisa melakukan instalasi ini
let's get start it : 


1.inilah  tampilan pertama pada install debian 8.  pilih Instal lalu tekan Enter



2.pilih bahasa yang kalian gunakan (karena disini tidak ada bahasa indonesia, jadi kita memilih bahasa inggris)


3. pilih lokasi kalian, (pilih other karena kita tidak ada indonesia)
 4. lalu pilih Asia .


5. dan pilih negara kalian. pilih indonesia.


6. pilih konfigurasi lokasi kalian. pilih united stated 

 7. pilih jenis keyboard. pilih American English.



 8.tunggu proses berlangsung.

9. untuk konfigurasi jaringan, kalian pilih configure network manually.

10. dan konfigurasi network yang ke-dua. kalian diminta untuk memasukkan IP Address.

11. konfigurasi network yang ke-tiga, masukkan gateway.

12. konfigurasi network yang ke-4 masukkan name server address kalian.

13. konfigurasi network yang ke-5, masukkan hostname kalian (ini terserah pada kalian sendiri).

 14.konfigurasi network yang ke-6 domain kalian (.net / .com / .id / .etc)

 15. set user dan masukkan password kalian.(biasanya kalian diminta untuk menulis ulang password)

16. ini adalah membuat akun kalian yang baru (sesuaikan kalian sendiri)

17. dan masukkan password kalian (bisa sama dengan user yang sebelumnya)

18. pilih jam/daerah kalian. pilih western.

19.pilih partisi disk nya dengan manual.

20. pilih pada SSCI13

21. pilih yes untuk membuat partisi baru. 

22. pilih pri/log.

23. isi partisi 1024 MB. lalu enter => logical =>beginning =>use as

24. pilih swap area. => done

25. pilih pri/log.
26. isi partisi 52.7 GB. =>pilih primery =>beginning => done => finish.
27. simpan perubahan pilih yes.

28. scan dvd / cd lain, pilih no

29. use network mirror, pilih no.

30. pilih no.

31. hilangkan pada semua bagian, kecuali ssh server dan standard system. (klik space untuk menghilangkan bintang)

32. instal GRUB boot. pilih yes.

33. instal GRUB pilih /dev/sda.

34. finish/continue untuk menyelesaikan instalasi.

35. Dan ini adalah tampilan awal dari debian 8.

SELESAI
Oke mungkin itu saja yang dapat saya bagikan . Semoga bermanfaat bagi semua yang ingin belajar menginstall Debian


Share:

Sejarah Debian


Bicara tentang debian pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita , tapi debian itu apa sih,,
      Nah debian itu  sistem operasi komputer yang tersusun dari paket-paket perangkat lunak yang dirilis sebagai perangkat lunak bebas dan terbuka dengan lisensi mayoritas GNU General Public License dan lisensi perangkat lunak bebas lainnya. Debian GNU/Linux memuat perkakas sistem operasi GNU dan kernel Linux merupakan distribusi Linux yang populer dan berpengaruh. Debian didistribusikan dengan akses ke repositori dengan ribuan paket perangkat lunak yang siap untuk instalasi dan digunakan.
Debian terkenal dengan sikap tegas pada filosofi dari Unix dan perangkat lunak bebas. Debian dapat digunakan pada beragam perangkat keras, mulai dari komputer jinjing dan desktop hingga telepon dan server. Debian fokus pada kestabilan dan keamanan. Debian banyak digunakan sebagai basis dari banyak distribusi GNU/Linux lainnya.
Sistem operasi Debian merupakan gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel Linux, sehingga populer dengan nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi Debian yang menggunakan kernel Linux merupakan salah satu distro Linux yang populer
dengan kestabilannya. Dengan memperhitungkan distro berbasis Debian, seperti Ubuntu, Xubuntu, Knoppix, Mint, dan sebagainya, maka Debian merupakan distro Linux yang paling banyak digunakan di dunia.


 Sejarah debian

   Debian pertama kali diperkenalkan oleh Ian Murdock, seorang mahasiswa dari Universitas Purdue, Amerika Serikat,
pada tanggal 16 Agustus 1993. Nama Debian berasal dari kombinasi nama Ian dengan mantan-kekasihnya Debra
Lynn: Deb dan Ian.
Pada awalnya, Ian memulainya dengan memodifikasi distribusi SLS (Softlanding Linux System). Namun, ia tidak
puas dengan SLS yang telah dimodifikasi olehnya sehingga ia berpendapat bahwa lebih baik membangun sistem
(distribusi Linux) dari nol (Dalam hal ini, Patrick Volkerding juga berusaha memodifikasi SLS. Ia berhasil dan
distribusinya dikenal sebagai "Slackware").
Proyek Debian tumbuh lambat pada awalnya dan merilis versi 0.9x pada tahun 1994 dan 1995. Pengalihan arsitektur
ke selain i386 dimulai pada tahun 1995. Versi 1.x dimulai tahun 1996.
Ditahun 1996, Bruce Perens menggantikan Ian Murdoch sebagai Pemimpin Proyek. Dalam tahun yang sama
pengembang debian Ean Schuessler, berinisiatif untuk membentuk Debian Social Contract dan Debian Free Software Guidelines, memberikan standar dasar komitmen untuk pengembangan distribusi debian. Dia juga
membentuk organisasi "Software in Public Interest" untuk menaungi debian secara legal dan hukum.
Di akhir tahun 2000, proyek debian melakukan perubahan dalam archive dan managemen rilis. Serta pada tahun
yang sama para pengembang memulai konferensi dan workshop tahunan "debconf".
Di April 8, 2007, Debian GNU/Linux 4.0 dirilis dengan nama kode "Etch". Rilis versi terbaru Debian, 2009, diberi
nama kode "Lenny". deb adalah perpanjangan dari paket perangkat lunak Debian format dan nama yang paling
sering digunakan untuk paket-paket binari seperti itu.
Paket debian adalah standar Unix pada arsip yang mencakup dua gzip, tar bzipped atau lzmaed arsip: salah satu yang
memegang kendali informasi dan lain yang berisi data. Program kanonik untuk menangani paket-paket tersebut
adalah dpkg, paling sering melalui apt/aptitude.
Beberapa paket Debian inti tersedia sebagai udebs ("mikro deb"), dan biasanya hanya digunakan untuk bootstrap
instalasi Linux Debian. Meskipun file tersebut menggunakan ekstensi nama file udeb, mereka mematuhi spesifikasi
struktur yang sama seperti biasa deb. Namun, tidak seperti rekan-rekan mereka deb, hanya berisi paket-paket udeb
fungsional penting file. Secara khusus, file dokumentasi biasanya dihilangkan. udeb paket tidak dapat diinstal pada
sistem Debian standar.
Paket debian juga digunakan dalam distribusi berbasis pada Debian, seperti Ubuntu dan lain-lain. Saat ini telah
terdapat puluhan distribusi Linux yang berbasis kepada debian, salah satu yang paling menonjol dan menjadi
fenomena adalah Ubuntu

sumber :http://wikitekaje.blogspot.co.id/2014/07/sejarah-debian.html
Share:
dinarsyafara@gmail.com. Diberdayakan oleh Blogger.

Categories

Recent in Sports

3/recentposts

contact us

Whatsapp : 089668662005
E-mail : dinarsyafara@gmail.com

Tags

Pages - Menu

Random Posts

3/randomposts

Recent

4/recentposts

Popular

POSTINGAN

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.